Teringat kejadian kemarin saat belajar tahsin,, guru, murobbi di tahsin mendapat protes dari seorang murid,, katanya beliau terlalu disiplin,, terlalu tegas,, terlalu pelit nilai,, yahhh,, seharusnya gurunya lebih lembut, n banyak toleransinya gituhh loohh,,, *_*
Wah buat hal ini aq sih kurang setuju,, qt belajar al quran gituh lohh,, yang diturunkannya langsung dari Alloh,, ga main-main,, trus qt belajar quran mau sambil main-main,,,
Kadang ketakwaan memang harus dipaksakan, seiring dengan waktu kita akan baru sadar merasakan kalau kita memang butuh ketakwaan itu sendiri, kita butuh beribadah, kita butuh ilmu, kita butuh beribadah,, kita butuh,,,Terlalu pelit nilai,, duuuhh,, kaya anak kecil banget ga sih,, belajar quran masi mempermasalahkan nilai,, toh semua nanti Alloh yang menilai,, mungkin usaha kita memang belum maksimal,, suatu saat qt mungkin jadi guru Alquran, apa yang qt ajarkan akan berefek pada 10, 20 tahun, bahkan seumur hidup murid kita nantinya, tentu qt ga ingin ilmu al quran yang qt ajarkan tidak menyeluruh, murid yang sebenarnya kurang paham kita benarkan,, tentu kita ingin murid-murid qt menjadi murid yang berkualitas
Kadang jadi kembali terpikir, apakah semua orang yang sudah mendapat cap ‘akhwat’ berkerudung lebar, rok, gamis, harus mempunyai karakter yang serupa : lemah lembut bicaranya, lemah lembut gerak-geriknya,,, lemah lembut tingkah lakunya,,,
Apakah akhwat yang mempunyai karakter tegas harus berubah,, setiap orang pasti punya keunikan tersendiri,, kalau aq lebih setuju jadilah akwat yang tegas namun tetap lembut terhadap sesama, tegaslah terhadap apa yang harus ditindaki dengan tegas, namun tetap bersikap lembutlah terhadap apa yang harus disikapi dengan kelembutan,,
Islam harus maju,,, bagaimana kita mau maju, kalau umat islam tidak disiplin, selalu mentolerir kesalahan umatnya yang disengaja dan berulang-ulang,, tidak mandiri memenuhi keperluanya sendiri,,
Go MusLimAh,, Be Independent Moslemah,,, ^_^

0 komentar:
Posting Komentar